PAPARAZZI

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Senin, 09 Maret 2026

Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta Hadiri Pengajian Bhayangkari Bersama Warakauri Dian Kemala Sumatera Barat

 

Gatot Tri Suryanta selaku Kapolda Sumatera Barat menghadiri kegiatan pengajian Bhayangkari bersama Warakauri Dian Kemala Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Pengajian ini dipimpin langsung oleh Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Barat dan diikuti oleh para pengurus Bhayangkari serta anggota Warakauri Dian Kemala. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustad Yunus, yang memberikan tausiyah tentang pentingnya memperkuat keimanan, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kehadiran Kapolda Sumbar dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan dan memberikan sedikit sembako terhadap kegiatan pembinaan rohani bagi keluarga besar Polri, khususnya Bhayangkari dan Warakauri Dian Kemala di Sumatera Barat.

Melalui kegiatan pengajian ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan keluarga besar Polda Sumbar.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq Ingatkan Pengusaha Angkutan Patuhi Pembatasan Operasional Selama Mudik

 

SUMBAR | Menjelang momentum arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat mengambil langkah strategis demi menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat. Melalui kebijakan pembatasan operasional angkutan barang di sejumlah jalur utama, aparat kepolisian berupaya mengurai potensi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi setiap musim mudik.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pengaturan lalu lintas terpadu guna memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintasi wilayah Sumatera Barat.

Menurutnya, peningkatan volume kendaraan pribadi dan angkutan penumpang saat musim mudik menjadi tantangan tersendiri bagi aparat di lapangan. Oleh karena itu, pembatasan operasional angkutan barang dinilai sebagai langkah efektif untuk mengurangi kepadatan di jalur-jalur utama yang menjadi lintasan para pemudik.

Pengaturan lalu lintas tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Selama periode tersebut, kendaraan angkutan barang dengan kategori tertentu akan dibatasi operasionalnya di beberapa ruas jalan strategis di wilayah Sumatera Barat.

Adapun ruas jalan yang menjadi fokus pengaturan di antaranya jalur Padang – Padang Panjang – Bukittinggi hingga batas Provinsi Riau yang melintasi wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, serta jalur Padang – Solok – Kiliran Jao hingga batas Provinsi Jambi di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menjelaskan bahwa kedua jalur tersebut merupakan koridor utama yang setiap tahunnya mengalami lonjakan kendaraan cukup signifikan. Tanpa pengaturan yang tepat, kepadatan lalu lintas berpotensi meningkat dan dapat mengganggu kelancaran perjalanan masyarakat.

Ia juga mengimbau kepada para pengusaha angkutan barang serta para sopir truk untuk memahami dan mematuhi kebijakan tersebut. Kepatuhan terhadap aturan yang diberlakukan bukan hanya membantu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keselamatan bersama.

Selain pembatasan operasional angkutan barang, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat juga menyiapkan berbagai langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas. Penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan serta pengawasan di jalur utama akan dilakukan secara intensif selama masa mudik dan arus balik berlangsung.

Menurut Kombes Pol Reza, keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan kepolisian, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.

Ia juga mengingatkan para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari kondisi kendaraan, kesehatan pengemudi, hingga mematuhi rambu-rambu lalu lintas selama perjalanan. Keselamatan, kata dia, harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengguna jalan.

Momentum mudik Lebaran sendiri tidak hanya menjadi perjalanan pulang kampung semata, tetapi juga menjadi tradisi kebersamaan masyarakat Indonesia yang sarat makna. Oleh karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga ketertiban dan keselamatan agar perjalanan menuju kampung halaman menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Catatan Redaksi:

Kebijakan pembatasan operasional angkutan barang yang disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian dalam melindungi masyarakat selama musim mudik Lebaran. 

Polisi tidak hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna jalan melalui pengaturan lalu lintas yang terencana.

Dukungan masyarakat terhadap kebijakan ini menjadi kunci terciptanya perjalanan mudik yang aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pengguna jalan.

TIM RMO

Rabu, 04 Maret 2026

Arahan Dirlantas Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Polantas Polda Sumbar Hadirkan Pelayanan Humanis Lewat Program Polantas Menyapa

  

KOTA PADANG|Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang mengurus administrasi kendaraan bermotor. Melalui program bertajuk “Polantas Menyapa”, jajaran Ditlantas Polda Sumbar memberikan pelayanan yang ramah, cepat, serta humanis kepada masyarakat di Kota Padang.

Program pelayanan ini menjadi salah satu langkah nyata kepolisian lalu lintas untuk lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mempermudah proses pengurusan pajak kendaraan bermotor. Dengan pendekatan yang humanis, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan administrasi, tetapi juga informasi yang jelas dan mudah dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, personel Ditlantas Polda Sumbar terlihat aktif berinteraksi dengan masyarakat yang datang untuk mengurus kewajiban administrasi kendaraan. Kehadiran petugas di lokasi pelayanan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam proses pengurusan pajak kendaraan bermotor.

Salah satu petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah AIPTU A. Agni, yang terlihat memberikan arahan dan membantu masyarakat dalam proses pelayanan. Dengan sikap ramah dan profesional, ia memastikan setiap warga yang datang mendapatkan pelayanan yang cepat serta sesuai prosedur.

Petugas juga memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai tahapan administrasi yang harus dilalui dalam pengurusan pajak kendaraan. Pendampingan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan selama proses pelayanan berlangsung.

Kegiatan Polantas Menyapa ini sekaligus menjadi bentuk nyata pelayanan publik yang terus ditingkatkan oleh Ditlantas Polda Sumbar. Pendekatan komunikasi yang ramah dan bersahabat diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya tertib administrasi kendaraan bermotor. Pembayaran pajak kendaraan tepat waktu merupakan salah satu bentuk kepatuhan masyarakat dalam mendukung tertib berlalu lintas.

Kehadiran personel Polwan dalam pelayanan tersebut juga memberikan nuansa yang lebih humanis dan komunikatif. Para petugas terlihat membantu masyarakat dengan penuh kesabaran serta memastikan seluruh proses pelayanan berjalan lancar.

Masyarakat yang datang untuk mengurus pajak kendaraan tampak antusias mengikuti arahan petugas. Banyak di antara mereka yang mengaku merasa terbantu dengan adanya pelayanan yang lebih ramah serta informatif.

Program ini merupakan bagian dari upaya Ditlantas Polda Sumbar untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang lebih baik. Dengan pelayanan yang transparan dan mudah diakses, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya tertib administrasi kendaraan.

Kegiatan tersebut juga merupakan implementasi dari arahan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., yang menekankan kepada seluruh jajaran lalu lintas agar selalu mengedepankan pelayanan yang humanis, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasakan langsung kehadiran polisi sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pelayan masyarakat.

Melalui program Polantas Menyapa, Ditlantas Polda Sumbar ingin memastikan bahwa setiap masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi kendaraan mendapatkan pelayanan yang terbaik serta informasi yang akurat.

Program ini juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengar langsung aspirasi serta masukan dari masyarakat mengenai pelayanan yang diberikan. Dengan demikian, evaluasi dan perbaikan dapat terus dilakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan.

Dengan semangat pelayanan yang humanis dan profesional, Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik bagi masyarakat, khususnya dalam bidang administrasi kendaraan bermotor di wilayah Sumatera Barat.

Melalui program ini, diharapkan hubungan antara kepolisian dan masyarakat semakin erat serta mampu menciptakan kesadaran bersama dalam mendukung tertib berlalu lintas di Kota Padang dan wilayah Sumatera Barat secara umum.


 Andri HD

Dirlantas Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq Hadirkan Patroli JELBUSA, Polisi Berbagi Takjil dan Jaga Ketertiban Lalu Lintas

 

SUMBAR | Suasana menjelang waktu berbuka puasa di sejumlah ruas jalan di Kota Padang tampak berbeda. Di tengah kepadatan aktivitas masyarakat yang bersiap pulang ke rumah, kehadiran personel lalu lintas dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menjadi pemandangan yang menyejukkan. Patroli yang dikenal dengan nama JELBUSA atau Patroli Jelang Buka Puasa ini digerakkan langsung oleh kebijakan Reza Chairul Akbar Sidiq selaku Direktur Lalu Lintas.

Program Patroli JELBUSA menjadi salah satu inovasi humanis yang dilakukan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di wilayah Sumatera Barat selama bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan ini, polisi tidak hanya hadir untuk mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban, tetapi juga menunjukkan sisi kepedulian sosial dengan berbagi takjil kepada masyarakat yang masih berada di jalan menjelang waktu berbuka.

Sebagai pucuk pimpinan di Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menghadirkan nilai kemanusiaan. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik bagi aparat untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui aksi nyata di lapangan.

Patroli JELBUSA dilaksanakan di sejumlah titik strategis yang sering dipadati kendaraan menjelang waktu berbuka puasa. Personel kepolisian terlihat mengatur arus lalu lintas, membantu pengendara menyeberang jalan, hingga memberikan imbauan keselamatan berkendara kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diwarnai dengan pembagian paket takjil kepada para pengendara, pengemudi ojek, hingga warga yang masih berada di jalan. Momen tersebut seringkali menghadirkan suasana hangat, ketika anggota polisi menyapa masyarakat dengan ramah sambil menyerahkan makanan berbuka.

Bagi banyak warga, kehadiran polisi dengan pendekatan seperti ini menjadi pengalaman yang berbeda. Polisi tidak lagi hanya dilihat sebagai penegak hukum di jalan raya, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang hadir dengan kepedulian dan empati.

Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menilai bahwa kegiatan seperti Patroli JELBUSA bukan sekadar agenda rutin Ramadhan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia menegaskan bahwa polisi harus selalu hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di sisi lain, patroli ini juga memiliki tujuan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas. Menjelang waktu berbuka puasa, mobilitas masyarakat biasanya meningkat tajam. Banyak warga yang bergegas pulang ke rumah atau berburu makanan berbuka sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, kehadiran personel dari Polda Sumatera Barat di titik-titik rawan menjadi langkah strategis untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

Patroli JELBUSA juga menjadi sarana bagi polisi untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm, serta tidak memacu kendaraan secara berlebihan saat mengejar waktu berbuka.

Bagi jajaran kepolisian lalu lintas, keberhasilan menjaga keamanan jalan raya bukan hanya diukur dari kelancaran arus kendaraan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara tertib dan aman.

Di bawah kepemimpinan Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, pendekatan humanis dalam pelayanan lalu lintas terus diperkuat. Ia menekankan bahwa polisi harus hadir bukan sekadar sebagai pengatur jalan, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Melalui Patroli JELBUSA, pesan itu terasa nyata. Polisi hadir di jalan raya bukan hanya untuk memastikan ketertiban, tetapi juga untuk berbagi kebaikan di bulan yang penuh berkah.

Masyarakat yang menerima takjil pun tampak antusias dan menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Bagi mereka, perhatian kecil seperti ini memiliki makna besar karena menunjukkan bahwa polisi benar-benar hadir bersama rakyat.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Patroli JELBUSA diharapkan mampu mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Program ini juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang humanis dapat menghadirkan rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Catatan Redaksi:

JELBUSA merupakan singkatan dari Patroli Jelang Buka Puasa, sebuah program pelayanan kepolisian yang dilakukan personel lalu lintas saat menjelang waktu berbuka di bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini polisi hadir untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas sekaligus berbagi takjil kepada masyarakat. Semangat yang dibawa dalam kegiatan ini adalah memperkuat nilai bahwa polisi hadir untuk rakyat, melayani dengan pendekatan humanis dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.


TIM RMO

Jumat, 27 Februari 2026

Berkah Ramadhan, KAI Divre II Sumbar Salurkan TJSL Rp250 Juta untuk Pembangunan Masjid Al Mursydin Pasaman*

 

SUMBAR/ 27 Februari 2026 // momentum Ramadhan dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk menebarkan manfaat, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kontribusi nyata oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melalui penyaluran bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada masyarakat.

Pada Kamis (26/2), bertempat di Kantor Bupati Pasaman, KAI Divre II Sumbar melalui program Bina Lingkungan KAI Sar’i menyerahkan bantuan pembangunan Masjid Al Mursydin yang berlokasi di Cubadak Timur, Kabupaten Pasaman, senilai Rp250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Vice President TJSL KAI, Sulardi Wiyatman, Manager Keuangan & SDM Divre II Sumbar, Aries Tri Mulyo beserta Tim TJSL Divre II Sumbar, Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian, Camat Cubadak Timur Yelvi, serta pengurus Masjid Al Mursydin.

Dalam sambutannya, Vice President TJSL Kantor Pusat, Sulardi Wiyatman menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI untuk hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Momentum Ramadhan menjadi penguat nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan keberkahan dalam setiap langkah kontribusi sosial yang dilakukan perusahaan.

Bupati Pasaman, Welly Suhery, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan KAI Divre II Sumbar. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan KAI dapat terus terjalin guna mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pasaman.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada pengurus Masjid Al Mursydin sebagai bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung pembangunan sarana ibadah yang representatif dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui program TJSL ini, KAI berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat proses pembangunan masjid sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana ibadah, khususnya dalam menyemarakkan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadhan seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta berbagai aktivitas sosial keagamaan lainnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa program TJSL merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjalankan peran sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada layanan transportasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Ramadhan menjadi momentum refleksi dan peningkatan kepedulian. KAI Divre II Sumbar secara konsisten mengedepankan prinsip keberlanjutan dalam setiap pelaksanaan program TJSL, dengan memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Reza.

Ia menambahkan, melalui sinergi yang kuat antara KAI, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan berbagai program TJSL yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif serta mendukung pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif di wilayah Sumatera Barat.

“KAI Divre II Sumatera Barat akan terus berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan secara berkelanjutan sebagai wujud kehadiran perusahaan di tengah masyarakat, sekaligus menghadirkan keberkahan dan nilai ibadah melalui kontribusi nyata di bulan suci Ramadhan,” tutup Reza.

Salam,

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Jumat, 20 Februari 2026

Masuki Angkutan Lebaran 2026, Reza Shahab Ajak Warga Sumbar Tidak Beraktivitas di Rel Kereta Api

  

SUMBAR | Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa. Imbauan ini ditegaskan langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.

Fenomena masyarakat yang berkumpul, duduk santai, bahkan bermain di sekitar rel saat menjelang berbuka maupun sahur masih kerap ditemukan setiap tahunnya. Padahal, jalur kereta api merupakan zona terbatas yang secara hukum dan teknis diperuntukkan khusus bagi operasional perkeretaapian.

Reza Shahab menegaskan bahwa rel kereta api bukanlah ruang publik yang bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sosial. Risiko kecelakaan sangat tinggi, terlebih perjalanan kereta tidak selalu dapat dihentikan secara mendadak karena keterbatasan sistem pengereman.

“Setiap Ramadhan masih kami temukan warga yang beraktivitas di sekitar rel. Kami mengingatkan bahwa jalur kereta api bukan ruang publik. Risiko kecelakaan sangat besar dan dapat membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Reza.

Larangan tersebut memiliki dasar hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta melakukan tindakan menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel, maupun menggunakan jalur rel untuk kepentingan selain angkutan kereta api.

Sanksi atas pelanggaran aturan ini tidak main-main. Dalam Pasal 199 UU Nomor 23 Tahun 2007 disebutkan bahwa pelanggar dapat dikenakan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda maksimal Rp15.000.000. Ketentuan ini menjadi bukti bahwa keselamatan perkeretaapian merupakan hal serius yang dilindungi undang-undang.

Sebagai langkah preventif, KAI Divre II Sumbar secara konsisten menggelar sosialisasi keselamatan ke sekolah-sekolah, komunitas, serta masyarakat yang bermukim di sekitar jalur rel. Edukasi dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Pengamanan fisik juga diperkuat melalui peningkatan patroli rutin dan penempatan personel keamanan di titik-titik rawan. KAI turut berkoordinasi dengan aparat setempat guna menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan di sepanjang wilayah operasional.

Memasuki periode Angkutan Lebaran 2026, pengawasan semakin diintensifkan melalui safety talk, inspeksi rutin, serta pengecekan langsung ke lapangan. Perhatian khusus diberikan pada perlintasan sebidang tidak terjaga dengan volume lalu lintas tinggi serta Daerah Perhatian Khusus (DAPSUS) yang memiliki potensi risiko gangguan keamanan.

KAI juga kembali mengingatkan pengguna jalan untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang dan tidak menerobos palang pintu. “Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dukungan dan kesadaran bersama sangat kami harapkan,” tutup Reza Shahab.

Dengan berbagai langkah pengamanan dan edukasi tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap tercipta lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman selama Ramadhan hingga Angkutan Lebaran 2026. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional perjalanan kereta api.

Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi publik adalah tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan, kesadaran masyarakat, serta sinergi antara operator dan aparat penegak hukum menjadi kunci terciptanya sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

TIM RMO

Kamis, 19 Februari 2026

Andre Rosiade hingga Gubernur Mahyeldi Tinjau Lokasi, KAI Siap Fasilitasi Pembangunan Jalur Penyelamat

 

SUMBAR | Komitmen terhadap keselamatan publik kembali ditegaskan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat. Dalam upaya mendukung peningkatan keselamatan transportasi dan mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas di Sumbar, KAI menyatakan dukungan atas rencana pembangunan jalur penyelamat (escape ramp) di kawasan Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar.

Rencana pembangunan jalur penyelamat tersebut akan memanfaatkan lahan milik KAI yang berada di KM 79+200 sampai dengan KM 79+325, tepatnya di Jalan Raya Padang Panjang–Bukittinggi, Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan akibat kontur jalan yang menurun dan padat kendaraan, khususnya angkutan berat.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa dukungan ini merupakan bentuk nyata sinergi BUMN dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan terintegrasi.

“Prinsipnya KAI mendukung setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan publik, sepanjang tetap memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Reza Shahab saat mendampingi kegiatan tinjauan lokasi, Kamis (19/2).

Tinjauan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, COO Danantara Dony Oskaria, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Rafli Yandra, Direktur Perencanaan Strategi dan Manajemen Risiko Wilman Hatoguan Marudut Sidjabat, serta Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani bersama stakeholder lainnya.

Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut memperlihatkan keseriusan lintas sektor dalam menekan angka kecelakaan di jalur Padang Panjang–Bukittinggi yang selama ini kerap menjadi perhatian publik. Jalur penyelamat diharapkan mampu menjadi solusi konkret ketika kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman.

Reza menambahkan, KAI tidak hanya berfokus pada keselamatan operasional perkeretaapian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar aset perusahaan. Dukungan terhadap pembangunan escape ramp ini menjadi bagian dari komitmen tersebut.

“Rencana pembangunan jalur penyelamat ini merupakan langkah positif dalam meminimalisir risiko kecelakaan. KAI siap berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait agar prosesnya berjalan sesuai ketentuan,” tegasnya.

Saat ini, mekanisme pemanfaatan lahan milik KAI masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi lintas instansi. Proses tersebut meliputi kajian teknis, analisis keselamatan operasional kereta api, serta pemenuhan aspek administrasi sesuai regulasi yang berlaku di lingkungan perusahaan.

KAI memastikan bahwa setiap bentuk pemanfaatan aset perusahaan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Langkah ini penting untuk menjaga integritas perusahaan sekaligus memastikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Dengan dukungan terhadap pembangunan jalur penyelamat ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergi antarinstansi terus terjalin kuat. Keselamatan transportasi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kerja bersama demi melindungi nyawa dan keselamatan pengguna jalan.

“Melalui dukungan ini, kami berharap upaya peningkatan keselamatan transportasi di Sumatera Barat dapat terealisasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” tutup Reza Shahab penuh optimisme.

Catatan Redaksi:

Keselamatan transportasi adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa. Sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi