PAPARAZZI

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Sabtu, 10 Januari 2026

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Ajak Masyarakat Lebih Peduli Keselamatan Jalan

  

SUMBAR | Di balik meningkatnya intensitas hujan yang melanda berbagai wilayah Sumatera Barat, tersimpan potensi risiko serius bagi para pengguna jalan. Jalanan licin, jarak pandang terbatas, genangan air, hingga ancaman tanah longsor menjadi kombinasi berbahaya yang tidak boleh disepelekan. Situasi inilah yang menjadi perhatian utama Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Sebagai perwira menengah Polri yang bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan lalu lintas di Ranah Minang, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq secara konsisten mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap imbauan kepada masyarakat. Bagi Dirlantas Polda Sumbar, keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus tertanam dalam setiap perilaku berkendara.

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah ruas jalan di Sumatera Barat masuk kategori rawan. Lereng perbukitan yang labil, saluran drainase yang tidak optimal, serta tingginya volume kendaraan memperbesar potensi kecelakaan. Menyikapi kondisi tersebut, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di jalan raya.

Menurut Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, kecepatan menjadi faktor utama yang kerap memicu kecelakaan saat hujan deras. Banyak pengendara masih memaksakan laju kendaraan tanpa mempertimbangkan kondisi jalan yang licin. Padahal, pengurangan kecepatan dan menjaga jarak aman dapat secara signifikan menekan risiko kecelakaan.

Selain kecepatan, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan pentingnya penggunaan lampu utama saat hujan. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan jarak pandang, baik bagi pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Jalur rawan longsor menjadi perhatian khusus. Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengimbau agar pengendara tidak berhenti atau berteduh di bawah tebing, lereng, maupun pepohonan besar saat hujan deras. Keputusan menepi di lokasi yang salah justru dapat berakibat fatal.

Dalam situasi darurat seperti longsor, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri menerobos material longsoran. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Pengendara diminta segera menghentikan kendaraan di tempat aman dan melaporkan kejadian kepada petugas berwenang.

Pendekatan yang dibangun Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq tidak semata-mata bersifat instruktif, tetapi juga persuasif. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama pengguna jalan.

Di tengah cuaca ekstrem, kehadiran Polantas di lapangan terus dioptimalkan. Namun, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib.

Bagi Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, keselamatan berlalu lintas adalah kerja bersama. Polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani, namun kesadaran pengendara menjadi fondasi utamanya. “Lebih baik tiba sedikit terlambat, daripada tidak pernah sampai,” menjadi pesan moral yang terus digaungkan.

Dengan imbauan yang konsisten dan pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq berharap masyarakat Sumatera Barat semakin bijak dalam berkendara. Di musim hujan ini, kehati-hatian bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan demi keselamatan bersama.

TIM RMO

Rabu, 07 Januari 2026

KAI Pertegas Penanganan Perlintasan Sebidang Sesuai Aturan yang Berlaku*

 

PADANG / 7 januari 2026 // PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menegaskan bahwa penanganan dan perlakuan terhadap perlintasan sebidang kereta api telah diatur secara jelas melalui Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan.

Dalam regulasi tersebut, khususnya Pasal 49, dijelaskan mengenai pembagian kewenangan dan tanggung jawab pengelolaan perlintasan sebidang, termasuk perbaikan jalan. Kewenangan perbaikan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status kepemilikan jalan, apakah merupakan jalan nasional, provinsi, atau kabupaten/kota. Dengan demikian, masing-masing pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab sesuai dengan status jalan tersebut.

Sementara itu, kewenangan KAI dalam melakukan perbaikan jalan di perlintasan sebidang hanya berlaku apabila kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh pekerjaan atau perbaikan jalur kereta api yang dilakukan oleh KAI. Dalam kondisi tersebut, KAI berkewajiban untuk mengembalikan kondisi jalan sebagaimana mestinya.

Terkait perlintasan sebidang di Lubuk Buaya, KAI Divre II Sumatera Barat menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi tersebut memang telah mengalami kerusakan sebelum dilakukan perbaikan geometri jalur kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa langkah perbaikan yang dilakukan KAI merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

“Sebagaimana diketahui bersama, kondisi jalan di perlintasan sebidang Lubuk Buaya memang sudah dalam keadaan rusak sebelum adanya pekerjaan perbaikan geometri jalur yang kami lakukan. Namun, demi keselamatan perjalanan kereta api dan juga keselamatan pengguna jalan, KAI mengambil langkah preventif dengan melakukan perbaikan bersamaan dengan perawatan jalur(perbaikan geometri perlintasan),” ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa prinsip yang sama juga berlaku untuk perlintasan sebidang lainnya, termasuk di wilayah Teluk Bayur.

“Untuk perlintasan sebidang di Teluk Bayur maupun lokasi lainnya, kami tetap mengacu pada aturan yang berlaku. Kami melihat terlebih dahulu status jalan tersebut, apakah merupakan kewenangan provinsi, kabupaten/kota, atau apakah kerusakan terjadi akibat pekerjaan jalur oleh KAI. Penanganan dan perbaikannya kami kembalikan sesuai dengan ketentuan dan kewenangan masing-masing,” tambahnya.

KAI Divre II Sumatera Barat juga berharap seluruh pemangku kepentingan dan instansi terkait dapat bersama-sama berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat kewilayahan, kepolisian, serta masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya peningkatan keselamatan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak semata.

“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dan saling bersinergi dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang, khususnya di perlintasan di wilayah provinsi Sumatera Barat. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan komitmen dan kepedulian dari semua pihak, termasuk pengguna jalan, agar potensi risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ungkap Reza.

Melalui kolaborasi yang baik serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, KAI optimistis keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang dapat terus ditingkatkan demi terciptanya transportasi yang aman, tertib, dan berkesinambungan.

Salam Keselamatan

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Selasa, 06 Januari 2026

Permohonan Maaf atas Ketidaknyamanan di Perlintasan Sebidang JPL 21 Km 20+0/1 Petak Jalan Tabing–Duku (Lubuk Buaya)*

 

PADANG / 6 januari 2026 / PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi jalan di perlintasan sebidang JPL 21 Km 20+0/1 petak jalan Tabing–Duku (Lubuk Buaya).

Sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan, saat ini tengah dilakukan proses perbaikan geometri perlintasan sebidang di lokasi tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memastikan kondisi prasarana perkeretaapian tetap andal, aman, dan sesuai standar keselamatan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan ini merupakan langkah preventif yang sangat penting dalam menjaga keselamatan bersama.

“Perbaikan geometri perlintasan sebidang ini merupakan upaya KAI untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan selamat, sekaligus memberikan tingkat keselamatan yang lebih baik bagi pengguna jalan yang melintas. Keselamatan menjadi prioritas utama kami, baik bagi pelanggan kereta api maupun masyarakat,” ujar Reza.

Adapun pekerjaan perbaikan geometri jalan rel meliputi angkatan (lifting dan leveling), pelurusan (lestrengan/linning), serta pemadatan (tamping).

- Lifting merupakan proses mengangkat rel sesuai nilai ketinggian yang telah ditentukan sehingga jalan rel menjadi rata.

- Lestrengan (linning) adalah proses meluruskan jalan rel secara vertikal ke kiri maupun ke kanan sesuai standar teknis.

- Tamping adalah proses memadatkan batu balas di bawah bantalan setelah rel diangkat dan diluruskan.

Secara teknis, perbaikan geometri di perlintasan sebidang dilakukan dengan cara membuang balas kotor hingga sekitar 15 cm di bawah bantalan, kemudian mengganti dengan balas baru yang selanjutnya dipadatkan melalui proses angkatan, pelurusan, dan pemadatan. Proses ini bertujuan untuk memastikan kualitas jalan rel berada dalam kondisi baik dan aman untuk dilalui kereta api.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa durasi pekerjaan perbaikan bergantung pada kondisi track dan faktor cuaca.

“Kami juga melakukan pengaspalan pada bagian jalan yang berlubang di area perlintasan. KAI memastikan seluruh pekerjaan ini dilakukan secara optimal dan akan diselesaikan secepatnya tanpa mengurangi aspek keselamatan,” tambahnya.

Selama proses perbaikan berlangsung, KAI mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, serta mematuhi rambu-rambu keselamatan dan arahan petugas di sekitar lokasi perlintasan.

Sebagai informasi, Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM. 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, kewenangan perbaikan dan pemeliharaan jalan di perlintasan sebidang ditentukan berdasarkan status jalan. Untuk jalan nasional menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan , jalan provinsi oleh Pemerintah Provinsi, jalan kabupaten/kota dan desa oleh Bupati atau Wali Kota, serta jalan khusus oleh badan hukum atau lembaga terkait. Pengaturan ini bertujuan memastikan kejelasan tanggung jawab antar pemangku kepentingan dalam mewujudkan keselamatan bersama di perlintasan sebidang.

Dalam ketentuan yang sama,KAI bertanggung jawab terhadap pemeliharaan konstruksi jalur rel serta melakukan perbaikan jalan apabila kerusakan di perlintasan disebabkan oleh aktivitas perawatan atau pekerjaan jalur rel. Namun demikian, KAI juga dapat melakukan perbaikan sebagai langkah pengamanan keselamatan. 

Sebelum dilakukan perbaikan geometri, kondisi di lokasi tersebut memang telah mengalami kerusakan sebelumnya, dan KAI beritikad melakukan perbaikan secara bersamaan dengan pekerjaan perbaikan geometri perlintasan demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kerja sama masyarakat serta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.

Salam

Humas KAI Divre II Sumbar

Reza Shahab

Minggu, 04 Januari 2026

KAI Divre II Sumbar Layani 123.408 Penumpang Pada Nataru 2025, Tumbuh 3.8 Persen Dibanding Tahun Lalu.

  

PADANG.5 Januari 2025/ KAI DIVRE II  Sumbar meledak penumpang pada Nataru 2025 .Sepanjang masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 priode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatatkan jumlah penumpang sebanyak 123.408 penumpang yang menggunakan jasa transportasi kereta api di wilayah operasional Divre II Sumbar. Angka ini meningkat 3.8 persen dibanding periode yang sama pada 2024 dengan total 118.898 penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan peningkatan volume penumpang ini didorong oleh penambahan frekuensi perjalanan KA, peningkatan kapasitas tempat duduk, serta tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api.

Pertumbuhan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat. Masyarakat kini semakin sadar bahwa kereta api merupakan solusi transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Reza.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan atas kepercayaannya, seraya menegaskan komitmen KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan.

Reza menambahkan, 5 stasiun dengan jumlah keberangkatan penumpang tertinggi pada periode tersebut adalah Stasiun Padang dengan 31.746 penumpang, Stasiun Pariaman 23.845 penumpang, Stasiun Air tawar 11.691 penumpang, Stasiun Naras 7.525 penumpang, Stasiun Lubuk Alung 7.066 penumpang.

Kemudian, 5 stasiun kedatangan dengan volume penumpang tertinggi yaitu Stasiun Padang dengan 33.852 penumpang, Stasiun Pariaman 24.526 penumpang, Stasiun Air tawar 10.156 penumpang, Stasiun Naras 8.074 penumpang dan Stasiun BIM 6.768 penumpang

Dari sisi _on Time Performace_ (OTP) ketepatan waktu, KAI Divre II Sumbar berhasil mencatatkan performa yang membanggakan. Tingkat ketepatan waktu kedatangan kereta penumpang selama masa Nataru 2025 mencapai 99.60 % persen. Sementara untuk tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta penumpang masa Nataru Tahun 2025 di angka 99.80 persen.

Kinerja ini didukung oleh peningkatan mutu operasional secara menyeluruh, termasuk perawatan sarana dan prasarana. Ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas hambatan lalu lintas.

KAI Divre II Sumbar mengimbau kepada calon penumpang untuk merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI.

Pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI dapat dilakukan sejak H-7 keberangkatan sehingga calon pelanggan yang memiliki rencana menggunakan KA dapat jauh-jauh hari membeli tiket tanpa takut kehabisan.

KAI juga masih menyediakan layanan loket go-show di stasiun untuk penjualan tiket yang dibuka 3 jam sebelum keberangkatan KA selama tiket masih tersedia.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan di seluruh aspek, baik di stasiun maupun di atas kereta. Keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu akan selalu menjadi prioritas kami demi mewujudkan transportasi massal yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Reza.

Salam hormat,

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Ingatkan Bahaya Longsor di Jalur Rawan Sumatera Barat

  

SUMBAR | Di balik meningkatnya intensitas hujan yang melanda berbagai wilayah Sumatera Barat, tersimpan potensi risiko serius bagi para pengguna jalan. Jalanan licin, jarak pandang terbatas, genangan air, hingga ancaman tanah longsor menjadi kombinasi berbahaya yang tidak boleh disepelekan. Situasi inilah yang menjadi perhatian utama Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Sebagai perwira menengah Polri yang bertanggung jawab langsung terhadap keselamatan lalu lintas di Ranah Minang, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq secara konsisten mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap imbauan kepada masyarakat. Bagi Dirlantas Polda Sumbar, keselamatan bukan sekadar slogan, melainkan nilai yang harus tertanam dalam setiap perilaku berkendara.

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah ruas jalan di Sumatera Barat masuk kategori rawan. Lereng perbukitan yang labil, saluran drainase yang tidak optimal, serta tingginya volume kendaraan memperbesar potensi kecelakaan. Menyikapi kondisi tersebut, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat berada di jalan raya.

Menurut Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, kecepatan menjadi faktor utama yang kerap memicu kecelakaan saat hujan deras. Banyak pengendara masih memaksakan laju kendaraan tanpa mempertimbangkan kondisi jalan yang licin. Padahal, pengurangan kecepatan dan menjaga jarak aman dapat secara signifikan menekan risiko kecelakaan.

Selain kecepatan, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan pentingnya penggunaan lampu utama saat hujan. Langkah sederhana ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan jarak pandang, baik bagi pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Jalur rawan longsor menjadi perhatian khusus. Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengimbau agar pengendara tidak berhenti atau berteduh di bawah tebing, lereng, maupun pepohonan besar saat hujan deras. Keputusan menepi di lokasi yang salah justru dapat berakibat fatal.

Dalam situasi darurat seperti longsor, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri menerobos material longsoran. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama. Pengendara diminta segera menghentikan kendaraan di tempat aman dan melaporkan kejadian kepada petugas berwenang.

Pendekatan yang dibangun Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq tidak semata-mata bersifat instruktif, tetapi juga persuasif. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan sesama pengguna jalan.

Di tengah cuaca ekstrem, kehadiran Polantas di lapangan terus dioptimalkan. Namun, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib.

Bagi Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, keselamatan berlalu lintas adalah kerja bersama. Polisi hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani, namun kesadaran pengendara menjadi fondasi utamanya. “Lebih baik tiba sedikit terlambat, daripada tidak pernah sampai,” menjadi pesan moral yang terus digaungkan.

Dengan imbauan yang konsisten dan pendekatan yang menyentuh sisi kemanusiaan, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq berharap masyarakat Sumatera Barat semakin bijak dalam berkendara. Di musim hujan ini, kehati-hatian bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan demi keselamatan bersama.

TIM RMO

Sabtu, 03 Januari 2026

Hari Pertama Operasional, Tempat Duduk KA Lembah Anai Rute Padang-Kayutanam (PP) Nyaris Terjual Habis

   

PADANG..PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat resmi menghadirkan relasi baru KA Lembah Anai rute Stasiun Kayutanam–Stasiun Padang pulang-pergi (PP) yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2026. Kehadiran relasi ini disambut antusias oleh masyarakat, tercermin dari tingkat keterisian tempat duduk yang hampir penuh pada hari pertama pengoperasian.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa pengembangan relasi KA Lembah Anai hingga Stasiun Padang merupakan langkah strategis KAI dalam menyediakan transportasi publik yang semakin mudah diakses, efisien, serta selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Sumatera Barat.

“Berdasarkan data pembaruan hingga pukul 17.00 WIB, jumlah penumpang KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang (PP) pada hari pertama mencapai 982 pelanggan atau sekitar 85 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan yakni 1.152 tempat duduk. Angka ini masih bersifat dinamis karena penjualan tiket masih terus berlangsung,” ujar Reza.

KA Lembah Anai melayani enam frekuensi perjalanan setiap hari untuk masing-masing arah. Adapun jadwal perjalanan sebagai berikut:

Relasi Kayutanam–Padang

- KA PLB B51A berangkat pukul 05.30 WIB, tiba pukul 07.04 WIB

- ⁠KA PLB B53A berangkat pukul 11.40 WIB, tiba pukul 13.16 WIB

- ⁠KA PLB B55A berangkat pukul 16.20 WIB, tiba pukul 17.57 WIB

Relasi Padang–Kayutanam

- KA PLB B52A berangkat pukul 08.35 WIB, tiba pukul 10.10 WIB

- ⁠KA PLB B54A berangkat pukul 14.10 WIB, tiba pukul 15.45 WIB

- ⁠KA PLB B56A berangkat pukul 18.55 WIB, tiba pukul 20.30 WIB

Informasi lengkap mengenai jadwal perjalanan dan pemesanan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI.

Dengan jadwal keberangkatan yang teratur serta tarif yang terjangkau, KA Lembah Anai diharapkan menjadi moda transportasi andalan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari aktivitas harian, pendidikan, pekerjaan, hingga perjalanan wisata.

Selain itu, KAI Divre II Sumatera Barat juga menetapkan tarif yang sangat terjangkau. Untuk relasi Padang–Duku maupun sebaliknya, tarif tiket sebesar Rp3.000, sedangkan untuk relasi Padang–Kayutanam maupun sebaliknya ditetapkan sebesar Rp5.000.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan sekaligus apresiasi kepada masyarakat, KAI Divre II Sumatera Barat juga memberikan souvenir menarik kepada para penumpang KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada hari pertama operasional. Pemberian souvenir tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, bersama jajaran manajemen Divre II Sumatera Barat di Stasiun Padang.

Kegiatan ini merupakan wujud terima kasih KAI kepada pelanggan atas kepercayaan dan antusiasme yang tinggi dalam menggunakan layanan KA Lembah Anai. Melalui kegiatan tersebut, KAI berharap dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga memberikan kesan positif serta mempererat kedekatan antara KAI dan masyarakat pengguna jasa kereta api di Sumatera Barat.

“KAI mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk memanfaatkan KA Lembah Anai sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan, bebas macet, serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan, serta menyesuaikan kapasitas dan pola operasi sesuai dinamika kebutuhan masyarakat,” tutup Reza.

Salam,

Reza Shahab

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat

Jumat, 02 Januari 2026

Dirlantas Polda Sumbar Pastikan Keselamatan Pengendara hingga Hari Terakhir Operasi Lilin

 

SUMBAR| Libur panjang Natal dan Tahun Baru telah usai. Jalan-jalan yang sebelumnya padat oleh kendaraan pemudik dan wisatawan kini kembali lengang. Namun di balik kelancaran itu, ada kerja sunyi para personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat yang berjaga siang dan malam demi satu tujuan sederhana: masyarakat bisa sampai ke tujuan dengan selamat.

Operasi Lilin Singgalang 2025 resmi berakhir pada 2 Januari 2026. Bagi Dirlantas Polda Sumbar, operasi ini bukan sekadar agenda pengamanan tahunan, melainkan bentuk kehadiran polisi yang benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di saat kebutuhan akan rasa aman begitu tinggi.

Sejak dimulai pada 20 Desember 2025, lonjakan aktivitas masyarakat terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera Barat. Jalur wisata dipadati keluarga, pusat perbelanjaan ramai pengunjung, dan arus kendaraan meningkat tajam. Di tengah situasi itu, Dirlantas Polda Sumbar mengambil peran sebagai pengatur ritme, agar perjalanan tetap berjalan aman dan nyaman.

Pendekatan yang dilakukan tidak semata soal mengurai kemacetan, tetapi juga membangun rasa tenang. Personel lalu lintas hadir dengan sikap ramah, membantu pengendara yang kelelahan, menolong kendaraan yang mengalami gangguan, hingga memberikan arahan kepada wisatawan yang baru pertama kali datang ke Ranah Minang.

Di bawah kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, pelayanan humanis menjadi penekanan utama. Ia menegaskan bahwa polisi lalu lintas harus menjadi sahabat di jalan raya, bukan sosok yang ditakuti, terlebih di momen libur keluarga.

Komitmen itu terlihat dari kehadiran Dirlantas yang turun langsung ke lapangan. Ia menyambangi pos pengamanan, menyapa personel yang bertugas, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat. Kehadiran pimpinan di tengah aktivitas lapangan memberi pesan kuat bahwa setiap pelayanan dilakukan dengan hati.

Bagi para personel, kehadiran pimpinan menjadi penyemangat. Arahan yang diberikan sederhana namun bermakna: layani masyarakat dengan senyum, utamakan keselamatan, dan jadilah solusi atas setiap persoalan di jalan.

Selama Operasi Lilin berlangsung, banyak momen kecil yang bermakna besar. Personel membantu anak-anak menyeberang jalan, mengarahkan kendaraan agar tidak terjebak macet, hingga memastikan pengendara roda dua tetap aman di tengah hujan dan cuaca yang tidak menentu.

Masyarakat pun merasakan perubahan. Polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran, tetapi justru hadir lebih dulu untuk mencegah risiko dan memberi rasa aman. Inilah wajah polisi yang diharapkan masyarakat: dekat, peduli, dan siap membantu.

Hingga hari terakhir Operasi Lilin Singgalang 2025, situasi lalu lintas di Sumatera Barat terpantau aman dan terkendali. Arus kendaraan dapat diurai dengan baik, dan perjalanan masyarakat berlangsung relatif lancar.

Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari data dan angka, tetapi dari cerita-cerita warga yang bisa berkumpul kembali dengan keluarga tanpa insiden berarti di perjalanan.

Operasi Lilin Singgalang 2025 juga menjadi momentum memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya Dirlantas Polda Sumbar, sebagai pelindung dan pelayan masyarakat di jalan raya.

Meski operasi resmi ditutup, semangat pengabdian tidak berhenti. Dirlantas Polda Sumbar menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat akan terus berjalan, setiap hari, di setiap ruas jalan.

Karena bagi Dirlantas Polda Sumbar, keselamatan bukan hanya tugas, melainkan kepedulian. Operasi boleh selesai, namun kehadiran polisi untuk masyarakat akan selalu menyertai setiap perjalanan di Sumatera Barat.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi